Langsung ke konten utama

Prospek Bisnis Biohidrokarbon dan Katalis Merah Putih

Pemerintah terus menggenjot pengembangan bahan bakar diesel hijau serta turunannya, termasuk biohidrokarbon serta Industrial Vegetable Oil (IVO) dan Industrial Lauric Oil (ILO). Pengembangan itu dilakukan dengan adanya dukungan kemudahan perizinan industri, penyusunan rancangan SNI Katalis, hingga fasilitasi insentif perpajakan seperti tax holiday, tax allowance, dan super deduction tax.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan, setelah produksi diesel hijau 100% dari RBD Palm Oil, ke depannya ada potensi bahan baku alternatif berupa Industrial Vegetable Oil/Industrial Lauric Oil (IVO/ILO) yang spesifikasinya memenuhi technical requirement Katalis Merah Putih dengan biaya produksi yang lebih ekonomis. “Pada tahun 2019, Kemenperin melalui Ditjen Industri Agro telah menyelesaikan penyusunan SNI untuk produk IVO/ILO sebagai bahan baku industri Greenfuel dengan kode SNI 8875:2020 Minyak Nabati untuk Produksi Biohidrokarbon,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, minggu lalu.

Menurut dia, pemerintah bertekad untuk mengurangi tingginya impor bahan bakar minyak (BBM) dengan salah satu programnya adalah pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan bakar nabati. Komitmen pemerintah tersebut telah dibuktikan dalam konsistensi penerapan kebijakan mandatory biodiesel 30% (B30) sejak Desember 2019 hingga saat ini.

“Presiden juga telah memerintahkan untuk menambah komposisi pencampuran bahan bakar nabati untuk jenis diesel sampai dengan 40%, 50% hingga 100%, untuk menunjukkan kedaulatan energi nasional yang mandiri dan berdikari,” katanya.

Menperin menjelaskan, guna mewujudkan instruksi Presiden Joko Widodo tersebut, rekayasa produk serta proses produksi diesel hijau yang berkualitas tinggi dan keekonomian yang bersaing merupakan kunci utama. Dalam hal ini, tim peneliti dari PT. Pertamina (Persero) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) telah berhasil melakukan rekayasa co-processing minyak sawit, yang membuat Indonesia menjadi salah satu referensi teknologi produksi biofuel dunia.

“Di Dumai, kami menyaksikan langsung hasil karya riset dan aplikasi teknologi produksi green diesel (bahan bakar diesel hijau) dari minyak sawit. Kami sangat mengapresiasi hasil kerja keras, ketekunan, dan kepiawaian tim dari ITB di bawah pimpinan Prof. Dr. Soebagjo beserta tim peneliti PT. Pertamina yang telah berhasil mewujudkan teknologi produksi green diesel secara stand alone, dengan Katalis Merah Putih made in Indonesia,” paparnya.

Agus menambahkan, pengembangan industri diesel hijau merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kelas petani rakyat sebagai stakeholder utama industri sawit nasional. “Artinya, program ini akan lebih banyak memberikan kesejahteraan bagi para petani kelapa sawit. Selain itu, program mandatory biodiesel, termasuk B30, telah dirancang dan dijalankan secara konsisten untuk mencegah turunnya harga CPO global akibat fenomena oversupply dunia,” tuturnya.

Lebih jauh lagi, kestabilan harga CPO global akan diwujudkan menjadi kestabilan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani, sehingga menjamin keberlanjutan kehidupan petani rakyat. Tentunya, pencapaian membanggakan ini akan menjadi tonggak baru bagi Indonesia, sekaligus mengukuhkan PT Pertamina sebagai perusahaan energi berkelas dunia, sejajar dengan pemain bisnis energi global.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada PT Pertamina yang telah berhasil mengembangkan teknologi dan menguji secara langsung teknologi Katalis Merah Putih untuk produksi diesel hijau 100% dari Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBD Palm Oil),” imbuhnya.

Bahkan, Menperin terus mendorong diversifikasi produk bahan bakar yang berbasis nabati, termasuk avtur. “Kami minta juga energi berbasis nabati nantinya tidak hanya berasal dari CPO saja, tetapi komoditas lain yang bisa dikembangkan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Agus, inovasi tersebut menjadi momen tepat untuk menyampaikan pesan bahwa Indonesia akan mandiri dalam penyediaan energi nasional di tengah maraknya kampanye negatif terhadap minyak sawit Indonesia oleh Uni Eropa dan negara importir lainnya. “Indonesia akan mengurangi impor BBM dan menggantinya dengan bahan bakar hijau yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Di samping itu, penguasaan lisensi teknologi produksi katalis di dalam negeri akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi katalis dan mengurangi ketergantungan impor. “Kami sangat mendukung rencana pembangunan pabrik katalis skala besar atau komersial. Apalagi, hampir seluruh produksi bahan kimia membutuhkan katalis sebagai jantung proses produksi, sehingga pasar katalis dalam negeri menjadi sangat potensial,” tandasnya.

Sejalan upaya tersebut, Kementerian Perindustrian akan siap memberikan dukungan berupa kemudahan perizinan industri, penyusunan rancangan SNI Katalis, hingga fasilitasi insentif perpajakan seperti tax holiday, tax allowance, dan super deduction tax. “Selama ini, kami turut berpartisipasi aktif dalam penyusunan kebijakan dan pengembangan teknologi produksi bahan bakar hijau, termasuk diesel hijau,” jelasnya.

Berikutnya, Kemenperin akan fokus pada program pengembangan sistem kemitraan agribisnis antara sektor industri pengolahan sebagai pengguna minyak nabati dan kelompok tani atau koperasi tani sebagai penyedia bahan baku. “Kemitraan yang berimbang ini akan membawa manfaat bagi petani, anatar lain pengenalan best practice pertanian modern dan sistem pengelolaan menyerupai korporasi, yang akan bermuara pada penguatan posisi tawar petani,” pungkasnya.(*/)

Sumber: klik di sini
Mari Simak Coverage Riset Data Spesifik Duniaindustri.com:

Market database
Manufacturing data
Market research data
Market leader data
Market investigation
Market observation
Market intelligence
Monitoring data
Market Survey/Company Survey
Multisource compilation data
Market domestic data
Market export data
Market impor data
Market directory database
Competitor profilling
Market distribution data
Company database/directory
Mapping competition trend
Profiling competitor strategy
Market data analysist
Historical data
Time series data
Tabulation data
Factory directory database
Market segmentation data
Market entry strategy analysist
Big data processor
Financial Modeling/Feasibility Study
Price trend analysist
Data business intelligence
Customized Direktori Database

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 188 database, klik di sini
** Butuh competitor intelligence, klik di sini
*** Butuh copywriter specialist, klik di sini
**** Butuh content provider (branding online), klik di sini
***** Butuh jasa medsos campaign, klik di sini
Database Riset Data Spesifik Lainnya:
  • Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 188 database, klik di sini
  • Butuh 24 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
  • Butuh 18 Kumpulan Riset Data Kelapa Sawit, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Semen dan Beton, klik di sini
  • Butuh 8 Kumpulan Riset Data Baja, klik di sini
  • Butuh 15 Kumpulan Data Transportasi dan Infrastruktur, klik di sini
  • Butuh 9 Kumpulan Data Makanan dan Minuman, klik di sini
  • Butuh 6 Kumpulan Market Analysis Industri Kimia, klik di sini
  • Butuh 3 Kumpulan Data Persaingan Pasar Kosmetik, klik di sini
  • Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
  • Butuh copywriter specialist, klik di sini
  • Butuh content provider (online branding), klik di sini
  • Butuh market report dan market research, klik di sini
  • Butuh perusahaan konsultan marketing dan penjualan, klik di sini
  • Butuh menjaring konsumen korporasi dengan fitur customized direktori database perusahaan, klik di sini


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Data Terbaru 2025, Database 5.295 Kapal Laut dan Pangsa Pasar Engine Marine

  Data Research 5.295 Kapal Laut di Indonesia (Market Share Merek Mesin Kapal Laut)  ini dirilis minggu kedua Februari 2025 menampilkan kajian independen, riset data spesifik, kajian dan analisis, data komprehensif tentang database 5.295 kapal laut yang beroperasi di Indonesia beserta informasi spesifik di dalamnya. Riset data ini berisi 52 halaman pdf berukuran 11,9 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas. Data Research 5.295 Kapal Laut di Indonesia (Market Share Merek Mesin Kapal Laut)  ini menampilkan dua focus research yakni 1) database 5.295 kapal laut yang beroperasi di Indonesia, memuat nama kapal laut, nama galangan, tahun pembuatan kapal laut, tipe kapal laut, jenis baru atau lama, merek kapal laut, manufaktur mesin kapal, tenaga mesin kapal, RPM, tahun, model, seri, dan lainnya, serta 2) market share top 10 merek mesin kapal laut dari jumlah kapal laut yang berope...

Research on Specific Data on Galvanize Steel Cellular Tower and Electric Transmission 2015-2024 (Market Share Database)

Research Data Specific for Galvanize Steel Cellular Tower and Electric Transmission 2015-2024 (Market Share Database) released the third week of January 2020 featuring specific data research, independent research , comprehensive data, market analysis, market outlook, market trend, market growth analysis, cost analysis production, and market share of the biggest players. This specific research data contains 48 pages with a size of 4.24 MB which was made to be a comprehensive reference and reference for investors, corporations, researchers, and various stakeholders at large. This research begins by presenting highlights of the global economy, starting from the trend of global population growth, the megatrend that is developing globally, especially related to digitization, until 2045. (page 2) Then shifts to mapping the demographic population of Indonesia, starting from the projected population in Indonesia in 2045 , life expectancy, composition of population in urban and rural are...

Mesin Big Data AI Usung Metodologi Research dengan Target Jutaan Database secara Instan

  Duniaindustri.com (November 2025) -- Seiring perkembangan pesat teknologi artificial intelligence (AI) yang menimbulkan disrupsi besar, sektor market research juga kini mengalami dampak positif yang signifikan. Jutaan database dapat di-generate oleh mesin AI secara instan, memotong waktu kerja, efisiensi biaya, hingga memperluas coverage hingga lokasi terpencil. Dari sisi market research, seluruh kebutuhan industri terutama pencarian bahan baku murah, identifikasi distributor, persaingan harga jual di daerah, tren produk terbaru dan terlaris serta kebutuhan lainnya dapat dibantu dengan mesin big data AI yang menakjubkan. Dengan validasi yang terukur dan sistematis, pengguna (user) dapat menentukan tingkat validasi yang dikehendaki dengan akurasi tingkat lanjut. Sebuah terobosan yang akan terus dimodifikasi sehingga menuntun pada keandalan hasil sesuai kebutuhan. Untuk itulah, Duniaindustri.com sebagai salah satu startup market research dan big data mulai mengadopsi teknologi AI u...