Langsung ke konten utama

Mengukur Kualitas dan Tarif Pelayanan Kesehatan Program JKN

Kualitas dan tarif pelayanan kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai masih kurang memadai. Hal itu tercermin dari banyaknya persoalan terkait dua hal tersebut, seperti masih banyaknya pasien-pasien JKN yang ditolak atau diperlakukan tidak semestinya di beberapa rumah sakit, dengan alasan tarif pelayanan kesehatan yang dapat di klaim ke BPJS rendah atau tidak sesuai dengan biaya jasa medis dan obat-obatan.

Dalam seminar dengan tema “Membuat Tarif Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) Cukup” di Yogyakarta, pekan lalu, terungkap permasalahan rendahnya mutu pelayanan kesehatan JKN saat ini dikarenakan tidak meratanya fasilitas kesehatan, persoalan ketersediaan dokter dan tenaga medis lainnya, serta rendahnya tarif pelayanan kesehatan.

“Perbedaan jumlah fasilitas dan tenaga kerja kesehatan di kota-kota besar dan di daerah lain di Indonesia yang tidak seimbang mengakibatkan akses pelayanan tidak merata,” kata Luthfi Mardiansyah, Chairman Center for Healthcare Policy and Reform Studies (Chapters) dalam keterangan tertulis.

Lebih dari 500 rumah sakit swasta di Indonesia belum menjadi provider BPJS-Kesehatan. Menurut Luthfi, rendahnya tarif Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) atau sistem pembayaran paket berdasarkan penyakit menjadi salah satu penyebab kurang tertariknya rumah sakit melayani pasien-pasien JKN. “Walaupun ada perbedaan tarif antara rumah sakit pemerintah dan swasta, namun masih kecil, mungkin perlu dibedakan antara 30%-35%,” papar Luthfi.

Penentuan tarif INA-CBGs untuk rumah sakit swasta perlu dimasukkan biaya tenaga kerja medis maupun non-medis yang harus dikeluarkan. Sementara rumah sakit pemerintah tidak harus menanggung beban biaya tenaga kerja.

Di sisi lain, lanjut dia, terjadinya perlakuan yang tidak semestinya terhadap pasien JKN di antaranya karena penerapan kuota pelayanan, membatasi waktu layanan, bahkan ada pasien-pasien yang diminta datang berulang-ulang untuk hal-hal yang tidak perlu. Hal itu menjadi kenyataan di lapangan yang tidak bisa dihindari. Pihak rumah sakit selalu menjadikan rendahnya tarif INA-CBGs dan lambatnya pembayaran klaim dari BPJS-Kesehatan sebagai alasan.

Laksono Trisnantoro M.Sc Ph.D, Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UGM, mengatakan rasio jumlah dokter di kota-kota di Indonesia memang sangat berbeda. DKI Jakarta dan DIY memiliki jumlah dokter yang cukup, sementara di kota-kota lainnya sangat rendah. Ini yang menyebabkan kualitas pelayanan tidak merata. “Seharusnya residence dimasukkan sebagai tenaga kerja pelayanan kesehatan, tidak dianggap sebagai siswa. Mereka saat ini bekerja melayani pasien-pasien JKN,” ungkapnya. Ini akan membuat jumlah dokter dan spesialis “cukup” untuk melayani pasien-pasien JKN.

Mengingat semua peserta JKN berhak mendapatkan mutu layanan kesehatan yang prima dan tidak diskriminatif, menurut dia, penyempurnaan besaran tarif perlu dipikirkan oleh Kementerian Kesehatan. Sejalan dengan kebijakan baru tentang besaran tarif, rumah sakit juga dituntut menjalankan strategi pengendalian biaya, peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan, yang pada akhirnya dapat menarik lebih banyak pasien-pasien JKN yang ditangani.

Meski demikian, Dr. Ediansyah, MARS, MM, Direktur Rumah Sakit An-Nisa Tangerang, memiliki pengalaman lapangan yang menarik. Rumah sakit yang dikelolanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pasien-pasien JKN. “Pasien JKN kami meningkat terus, lebih dari 800 setiap hari, dan rumah sakit mampu membiayai upaya peningkatan kualitas pelayanan termasuk pengadaan teknologi dan alat-alat kesehatan terbaru,” tuturnya.

Dia menilai, tarif INA-CBGs saat ini dirasakan cukup dengan kiat-kiat efisiensi dan tetap mengedepankan kualitas pelayanan kesehatan. Efisiensi ini mencakup strategi pengendalian biaya dan kebutuhan lainnya, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 146 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
*** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
**** Butuh copywriter specialist, klik di sini
***** Butuh content provider, klik di sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Data Terbaru 2025, Database 5.295 Kapal Laut dan Pangsa Pasar Engine Marine

  Data Research 5.295 Kapal Laut di Indonesia (Market Share Merek Mesin Kapal Laut)  ini dirilis minggu kedua Februari 2025 menampilkan kajian independen, riset data spesifik, kajian dan analisis, data komprehensif tentang database 5.295 kapal laut yang beroperasi di Indonesia beserta informasi spesifik di dalamnya. Riset data ini berisi 52 halaman pdf berukuran 11,9 MB yang dibuat untuk menjadi panduan komprehensif serta referensi bagi investor, korporasi, peneliti, dan berbagai stakeholders secara luas. Data Research 5.295 Kapal Laut di Indonesia (Market Share Merek Mesin Kapal Laut)  ini menampilkan dua focus research yakni 1) database 5.295 kapal laut yang beroperasi di Indonesia, memuat nama kapal laut, nama galangan, tahun pembuatan kapal laut, tipe kapal laut, jenis baru atau lama, merek kapal laut, manufaktur mesin kapal, tenaga mesin kapal, RPM, tahun, model, seri, dan lainnya, serta 2) market share top 10 merek mesin kapal laut dari jumlah kapal laut yang berope...

Research on Specific Data on Galvanize Steel Cellular Tower and Electric Transmission 2015-2024 (Market Share Database)

Research Data Specific for Galvanize Steel Cellular Tower and Electric Transmission 2015-2024 (Market Share Database) released the third week of January 2020 featuring specific data research, independent research , comprehensive data, market analysis, market outlook, market trend, market growth analysis, cost analysis production, and market share of the biggest players. This specific research data contains 48 pages with a size of 4.24 MB which was made to be a comprehensive reference and reference for investors, corporations, researchers, and various stakeholders at large. This research begins by presenting highlights of the global economy, starting from the trend of global population growth, the megatrend that is developing globally, especially related to digitization, until 2045. (page 2) Then shifts to mapping the demographic population of Indonesia, starting from the projected population in Indonesia in 2045 , life expectancy, composition of population in urban and rural are...

Direktori Bisnis Termurah, 54 Database Terbaru dari Mulai CEO hingga Manager

Duniaindustri.com (Juli 2025) — Seiring geliat iklim bisnis di dalam negeri, mengindikasikan terbentuknya equilibrium baru mengabaikan gejolak daya beli, pelaku industri mulai memacu pertumbuhan bisnis di semester II 2025. Untuk memacu pertumbuhan bisnis terutama dari sisi marketing dan sales, dibutuhkan dukungan direktori bisnis termurah dan terlengkap, dengan validitas tinggi didukung metodologi survei lapangan. Karena itu, tim Duniaindustri.com merilis 54 direktori bisnis terbaru yang paling terjangkau: Database Direktori 3.195 Perusahaan di 10 Sektor Industri (Update Juli 2024) IDR 3750K Database Direktori 9 Perusahaan Logistik Lengkap dengan Kontak PIC (Update Juli 2024) IDR 235K Database Direktori 167 Perusahaan Konstruksi beserta Kontak PIC (Update 2024) IDR 515K Database Direktori 30 Perusahaan Semen Beserta Kontak PIC (Update 2024) IDR 375K Database Direktori 165 Perusahaan Baja dan Besi beserta Kontak PIC IDR 455K Database Direktori 46 Perusahaan Farmasi dan Kesehatan di Indo...