Langsung ke konten utama

Postingan

Menangkap Peluang Pasar di Bawah Tekanan Inflasi

  Duniaindustri.com (Mei 2022)  -- Seiring geliat sektor riil di Indonesia yang makin cepat pasca pandemi, kebutuhan pemetaan persaingan pasar makin mendesak. Pergeseran pasar, pergerakan market leader, serta prospek pertumbuhan segmen pasar menjadi kunci game changer di kuartal II 2022, terutama di tengah tantangan tekanan inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi tahunan pada April 2022 dibandingkan April 2022 sebesar 3,47 persen. Di negara lain, inflasi justru naik lebih tinggi, di Amerika Serikat naik 8,6% tertinggi dalam 41 tahun terakhir, dan di Turki mencapai 74%. Karena itu, dibutuhkan dukungan market insight yang tepat untuk memonitor pergerakan pasar secara update. Tujuannya untuk memberikan masukan berharga bagi kebijakan strategi ke depan. Untuk memotret market insight dan persaingan pasar di setiap sektor industri, tim Duniaindustri.com terus mengupdate database digital yang saat ini berjumlah 255 data industri, menampilkan trend pertumbuhan ...

Menimbang Pilihan Sulit, Mengejar Laju Inflasi atau Efisiensi

  Duniaindustri.com (Juni 2022) – Seakan baru lepas dari mulut harimau kemudian masuk ke mulut buaya, kiasan itu relevan dengan kondisi iklim bisnis di penghujung semester I 2022. Baru lepas dari cengkraman Covid-19 yang sempat membuat penguncian wilayah secara ketat, kini pelaku industri dihadapkan pada tantangan baru yang tidak kalah menakutkan. Turbulensi harga energi dan pangan yang memicu lonjakan inflasi serta kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat bisa mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia. Seperti diketahui, lonjakan inflasi mulai menghantui sejumlah negara seperti AS, Turki, dan tidak ketinggalan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi tahunan pada April 2022 dibandingkan April 2022 sebesar 3,47 persen. Inflasi tersebut merupakan angka tertinggi sejak Agustus 2019, sebelum era pandemi Covid-19. Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan pangan dan energi menimbulkan inflasi tinggi di s...

Lepas dari Pandemi, Pebisnis Hadapi Tantangan Baru

   Duniaindustri.com (Juni 2022)  -- Baru lepas dari cengkraman Covid-19 yang sempat membuat penguncian wilayah secara ketat, kini pelaku industri dihadapkan pada tantangan baru yang tidak kalah menakutkan. Turbulensi harga energi dan pangan yang memicu lonjakan inflasi serta kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat bisa mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia. Seperti diketahui, harga batubara dan minyak mentah terus meninggi di tengah turbulensi harga energi dan pangan. Kenaikan harga batubara tercermin dari lonjakan Harga Batubara Acuan (HBA) yang ditetapkan Kementerian ESDM untuk bulan Juni 2022 sebesar US$ 323,91 per ton, atau naik 17% dari US$ 275,64 per ton pada Mei lalu. Sementara harga minyak mentah Brent berjangka, patokan internasional, melonjak menjadi US$ 121,52 per barel seiring keputusan Arab Saudi yang menaikkan harga jual resmi (OSP) Arab light oil andalannya untuk Asia menjadi premi US$ 6,50 versus rata-rata benchmark Oman dan Dubai, meningkat dari pr...

Inflasi dan Pemulihan Pandemi Jadi Hantu bagi Bisnis Startup

   Duniaindustri.com (Mei 2022)  – Sedikitnya tujuh startup skala besar terpaksa melakukan efisiensi hingga berujung pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga awal Juni 2022. Tim Duniaindustri.com menilai lonjakan inflasi serta pemulihan pandemi yang membuka penguncian ikut mempengaruhi bisnis startup hingga terguncang cukup hebat. Lonjakan inflasi memicu kenaikan cost of fund di tingkat investor (penyandang dana), memaksa pemilik modal mengevaluasi kembali target sektoral mengingat sejumlah sektor yang telah dibuka pasca pandemi bisa menjanjikan prospek pertumbuhan tinggi. Bisnis startup yang semula meraup pertumbuhan tinggi karena karakteristik yang fully digital dan menjadi solusi di era penguncian Covid-19, kini berubah drastis. Tim Duniaindustri.com menilai para investor cenderung mengadopsi strategi diversifikasi modal ke sektor yang tertinggal akibat Covid-19, seperti pariwisata dan pendidikan, di saat jalur pemulihan terlihat jelas. Konsekuensinya arus modal ke bisnis...

Menjangkau Pergeseran Pasar dengan Teknik Survei Daerah

  Duniaindustri.com (Mei 2022)  -- Setelah berhasil dalam hal mengedukasi publik tentang pentingnya 'data industri', kini Duniaindustri.com membuat fitur yang lebih advance yakni riset pasar (market research) dengan sejumlah metode antara lain survei daerah. Tujuannya untuk meng-capture data yang valid di lapangan secara riil. Dan fitur ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti survei harga, survei pabrikan, survei perusahaan target, survei tanah, survei lahan, survei jaringan distributor, survei untuk merger dan akuisisi, survei kinerja perusahaan daerah, dan lain sebagainya. Testimoni hasil survei daerah: [caption id="attachment_12340" align="alignnone" width="1920"]   grafis survei daerah untuk pemetaan konsentrasi persaingan harga [/caption] Didukung dengan tim yang kompeten (data scientist, big data programmer, jurnalis, analis, tim survey, desain grafis, dan tim pendukung lainnya) serta jaringan yang kuat, Duniaindustri.com hadir se...