Langsung ke konten utama

Postingan

Antisipasi Persaingan Bisnis dengan 224 Database Spesifik Per Sektor Industri

  Duniaindustri.com (April 2021) -- Tantangan bisnis seiring upaya pemulihan pasca pandemi terus bergerak dinamis, menuntut pelaku industri untuk beradaptasi dengan market trend yang aktual. Mulai dari pembatasan sosial akibat penyeberan virus, pergeseran perilaku konsumen, hingga memantau strategi kompetitor menjadi sejumlah faktor kunci dalam menjawab tantangan pasar. Untuk membantu pelaku industri menangkap pergerakan dan trend pasar di 2021, Duniaindustri.com sebagai startup big data dan market research terus mengupdate database spesifik berisi wawasan yang kaya data dan hasil laporan terbaru. Mulai awal 2019, Duniaindustri.com mengembangkan fitur baru terkait survei dan market observasi perusahaan industri di Indonesia. Strategi ini dilakukan seiring dengan upaya pengembangan 15.000 database/direktori perusahaan industri di Indonesia. Dan pada akhir 2019, Duniaindustri.com mengembangkan tools atau perangkat yang dapat memonitor ekspor-impor per entitas sebag...

Percepat Pemulihan Kinerja Industri, Menperin: Butuh Adopsi Teknologi dari Startup

  Duniaindustri.com (Maret 2021) – Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan kehadiran startup teknologi digital akan mendorong kinerja sektor industri untuk terus tumbuh ke depannya. Adopsi cepat sektor industri memang diarahkan agar memanfaatkan kemajuan teknologi, termasuk bermitra dengan startup. Hal itu terindikasi dari realisasi investasi pada tahun 2020 sebesar Rp272,9 triliun. Jumlah ini naik 26 persen jika dibandingkan tahun 2019 yang mencapai Rp216 triliun. Porsi nilai investasi sektor industri ini setara 33 persen dari total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp823,6 triliun di tahun 2020. Hal itu disampaikan oleh Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat meluncurkan program Startup4industry 2021 bertajuk "Quick Adoption, Lasting Growth: Adopsi Teknologi Dengan Cepat Untuk Terus Bertumbuh" secara virtual, Kamis (1/4). Menurut dia, pertumbuhan sektor industri ini perlu didorong oleh semua pihak termasuk para startu...

Geliat Holding BUMN Bangun Pabrik Baru Baterai Mobil Listrik

  Duniaindustri.com (Maret 2021) – Indonesia resmi membentuk perusahaan holding baterai listrik, yakni Indonesia Battery Corporation (IBC), yang terdiri dari 4 BUMN dengan porsi saham masing-masing 25%. Melihat prospek yang atraktif ke depan, Indonesia Battery Corp langsung tancap gas dengan menggandeng dua mitra raksasa global, yakni Contemporary Amperex Technology (CATL) dan LG Chem.   Kolaborasi antara Indonesia Battery Corp dan dua mitra global itu akan diwujudkan dalam pabrik baru baterai mobil listrik. Investasi yang bakal digelontorkan pun cukup fantastis, sekitar US$ 22 miliar. Menteri BUMN Erick Thohir saat meresmikan Indonesia Battery Corp menjelaskan bahwa holding BUMN ini sudah disiapkan sejak tahun lalu. Holding Indonesia Battery Corp merupakan hasil kolaborasi antara PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam, PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN. “Pembentuk...

Dinilai Prospektif, Uni Emirat Arab Guyur Indonesia Investment Authority

  Duniaindustri.com (Maret 2021) – Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah Uni Emirat Arab menyatakan akan menggelontorkan dana investasi sebesar US$ 10 miliar atau setara dengan Rp140 triliun (asumsi kurs Rp 14.000) untuk ditempatkan pada dana kelolaan Indonesia Investment Authority (INA).   "Penempatan dana investasi ini merupakan arahan langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA His Highness Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ)," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Husin Bagis, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/3). Investasi ini merupakan buah dari komunikasi melalui sambungan telepon antar pimpinan kedua negara. Menjelang Maghrib pukul 17.30 WIB, Jumat pekan lalu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan pembicaraan dengan MBZ. Keduanya terlibat dalam pembicaraan serta berdiskusi mengenai perkembangan hubungan dan kerja sama antar kedua negara. "Salah satu mat...

Mengurai Persaingan Bisnis di Industri Ritel dalam 3 Database Spesifik

  Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Berbagai tren terjadi di industri minimarket, supermarket, dan hypermarket secara cepat dalam lima tahun terakhir. Apalagi dengan adanya turbulensi pandemi serta kehadiran perdagangan online (e-commerce), pergeseran tren pasar dan perilaku konsumen seakan tiada henti.   Kenyamanan pengguna, layanan seluruh kebutuhan (total solution), kedekatan lokasi, variasi produk yang ditawarkan, serta kedekatan lokasi, menjadi empat faktor utama perbedaan di industri ritel. Dan itu semua terus berubah seiring perkembangan teknologi dan keinginan konsumen. Untuk mengulas lebih jauh tentang  rekam jejak  di industri ritel modern, meliputi minimarket, supermarket, dan hypermarket, duniaindustri.com menghadirkan  tiga kumpulan database  terbaru. Diharapkan tiga kumpulan database itu dapat menjadi acuan (benchmarking) stakeholders untuk menyoroti tren perkembangan ritel modern dengan lebih komprehensif. Mari kita simak ulasannya...

Laporan Bank Dunia 2021, Ekonomi RI Menuju Pemulihan Pra Pandemi

  Duniaindustri.com (Maret 2021) -- Bank Dunia dalam laporan ekonomi terkini untuk Asia dan Pasifik mengakui pemulihan ekonomi Indonesia menuju level pra-pandemi. Disebutkan juga, banyak dari perekonomian negara-negara di kawasan Asia timur dan pasifik mulai bangkit di paruh kedua tahun 2020, setelah mengalami kemunduran.   Namun, dari antara negara-negara ekonomi besar di kawasan ini, hanya Tiongkok dan Vietnam yang mempunyai pola pemulihan berbentuk V (V-shape) dengan output yang melampaui level pra-COVID-19 tahun 2020. Sebagian besar negara lainnya belum pulih secara penuh dari segi output maupun momentum pertumbuhan. Sampai akhir tahun 2020, output di empat negara ekonomi besar lainnya telah membaik namun secara rata-rata masih berada di kisaran 5 persen di bawah level pra-pandemi. Kesenjangan terkecil terdapat di Indonesia (2,2%) dan kesenjangan terbesar di Filipina (8,4%). Kontraksi ekonomi cukup berat dan terus-menerus di beberapa negara kepulauan kecil, d...

Melirik Pesona Pertumbuhan Bisnis di Tanah Papua

  Duniaindustri.com (Maret 2021) – Papua mulai dilirik perusahaan-perusahaan skala besar untuk memperluas coverage distribusi serta mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang. Tren bisnis ini mulai menguat dalam beberapa waktu ke belakang, sebagai upaya ekspansi wilayah yang bisa dijadikan motor pertumbuhan dalam tiga atau lima tahun ke depan. Tim Duniaindustri.com menilai langkah ekspansi wilayah ke Papua ikut didorong masih rendahnya persaingan pasar mengingat daerah tersebut masih dikategorikan investasi greenfields yang ditujukan untuk motor pertumbuhan ke depan. Namun, seiring gencarnya isu pemerataan pembangunan yang salah satunya mulai mengarah ke Papua, pesona daerah itu menjadi mulai bersinar. Tercatat sejumlah perusahaan skala besar bahkan raksasa internasional yang beroperasi di Indonesia ikut meramaikan dan mendorong pertumbuhan pesona bisnis di Papua. Perusahaan skala besar itu antara lain Starbuck, Grab, hingga Telkom beserta Indihome-nya. Pada akhir...