Langsung ke konten utama

Postingan

Jelajahi Fitur Baru 1 Hari dari Startup Big Data Ini

Merespons kebutuhan permintaan data dan riset spesifik yang makin deras, Duniaindustri.com -- startup big data -- meluncurkan fitur baru riset data spesifik super kilat yang digarap hanya dalam 1 hari kerja (24 jam). Fitur ini ditujukan bagi industriawan atau profesional yang bekerja ekstra cepat dan membutuhkan dukungan data spesifik untuk keputusan bisnis super cepat. "Fitur baru ini diharapkan menjadi solusi bagi pebisnis yang membutuhkan dukungan data dan riset spesifik super kilat untuk menjawab tantangan pasar," tulis manajemen Duniaindustri.com dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/6). Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang telah membawa kita menuju kondisi new normal, pemulihan iklim bisnis mulai bergerak cepat. Market trend mengisyaratkan kebutuhan akan kelincahan, kegesitan, dan kecepatan dalam pengambil keputusan sehingga membutuhkan peran database khusus. Lengkapi strategi pemulihan bisnis dengan 185 riset big data di 17 sektor industri. Setiap us...

Kuasai Persaingan Digital dengan Fitur Modern Content Provider Architecture

Seiring dengan pandemi Covid-19 yang membatasi kontak fisik (physical distancing), inovasi digital menemukan momentum pertumbuhan yang didukung dengan era revolusi industri 4.0. Karena itu, perang di dunia digital akan semakin sengit untuk menarik lebih banyak konsumen. Salah satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk memenangi persaingan di dunia digital adalah modern content provider architecture.  Kekuatan kata-kata  tidak bisa diabaikan. Kata yang dirajut menjadi kalimat, dipadukan dalam paragraf, membentuk  pesan kunci  (key message). Dibalut dengan narasi, persuasi, dan argumentasi, dapat menyihir konsumen supaya terpikat. Terpana. Dan akhirnya menuruti kemauan sang pemilik pesan. Tapi, di zaman digital seperti sekarang, kata tanpa data takkan hidup.  Data tanpa kata  juga akan kosong dan hampa. Kolaborasi kata dan data menyokong jiwa copywriting pada babak selanjutnya. Babak yang melampaui ekspektasi sang pemilik pesan. Demikian trend yang ...

Ekonomi Berbasis Digital Berpotensi Pulih Lebih Cepat, Ini Alasannya

Seiring proses  pemulihan bertahap iklim bisnis  pasca pandemi, ekonomi berbasis digital berpotensi pulih lebih cepat dibandingkan ekonomi konvensional. Karakteristik  ekonomi berbasis digital  yang mampu mendobrak batas fisik dan waktu, yang justru menjadi hambatan saat puncak pandemi Covid-19, dinilai sesuai dengan preferensi konsumen saat ini. Tim Duniaindustri.com menyoroti proses pemulihan iklim bisnis pasca pandemi dikaitkan dengan karakteristik sektor-sektor industri yang meraup pertumbuhan di tengah penyebaran Covid-19. Sektor industri berbasis digital seperti e-commerce,  digital banking , electronic money (uang digital), financial technology (fintech) lending, games (esport), masih mampu mencatatkan pertumbuhan, meski ikut melambat terkena ekses pandemi. Salah satu sektor digital yang mampu mencatatkan pertumbuhan positif, lanjut tim  Duniaindustri.com , adalah industri fintech lending yang murni berbasis digital. Data Otoritas Jasa Keuangan...

Jaga Momentum Pemulihan, Ekonomi 2021 Diprediksi Mampu Bangkit

Selangkah lagi memasuki semester II 2020, Bank Indonesia (BI) tampak optimistis memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan, setelah perlambatan di tahun ini. BI secara terang-terangan memperkirakan  ekonomi nasional 2021  mampu bangkit ke kisaran 5%-6%. “Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan perekonomian yang menurun pada 2020 akan kembali membaik pada 2021. Pertumbuhan ekonomi diprakirakan menurun pada kisaran 0,9%-1,9% pada 2020 dan kembali meningkat pada kisaran 5%-6% pada 2021. Pertumbuhan tersebut disertai dengan inflasi yang terjaga dalam sasarannya 3,0%±1%. Sementara itu, defisit transaksi berjalan diprakirakan sekitar 1,5% PDB pada 2020 dan di bawah 2,5%-3,0% PDB pada 2021,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (22/6) Tim Duniaindustri.com menilai prediksi BI pada 2021 dapat tercapai dengan catatan, antara lain kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih sinkron dan prob...

Market Trend Terbaru, Mengisi Celah Pasar Pasca Pandemi

Pandemi Covid-19 yang sekarang dibayangi dengan ancaman gelombang penyebaran virus gelombang kedua memang masih menjadi perhatian khusus. Namun, sejumlah sentimen positif yang muncul menyiratkan adanya  jalur pemulihan yang terakselerasi . Tim  Duniaindustri.com  mencoba menyoroti perkembangan aktual iklim usaha di negeri ini, seiring adanya  ekspektasi titik balik (rebound) market demand  pasca pandemi. Hasil survei Bank Indonesia (BI) terkait penjualan eceran yang mengisyaratkan ekspektasi kenaikan penjualan pada Oktober 2020, direspons positif oleh pelaku industri. Sejumlah pelaku industri mengakui adanya pertumbuhan market demand meski secara bertahap. Tim  Duniaindustri.com  menilai pemulihan dari sisi produksi akan mendahului sisi market demand. Alasannya, ketika sisi produksi mulai bergerak stabil dengan utilisasi yang mencapai tingkat keekonomian,  pelaku industri  dapat bergerak secara leluasa untuk memulai program promosi, mem...

Sinyal Positif, Ekspektasi Penjualan Merangkak Naik pada Oktober

Seiring geliat iklim usaha yang mulai bergerak cepat pasca pembatasan akibat pandemi Covid-19,  ekspektasi penjualan  juga diprediksi berangsur-angsur meningkat. Hal itu terlihat dari hasil survei penjualan eceran (SPE) yang dilakukan Bank Indonesia, dimana penjualan eceran akan meningkat pada 6 bulan mendatang yakni  Oktober 2020 . Hasil  survei penjualan eceran  yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Selasa (16/6) menyebutkan bahwa pada April 2020 penjualan eceran cenderung menurun. Hal ini tercermin dari indeks penjualan riil (IPR) April 2020 yang turun sebesar -16,9% (yoy), lebih dalam dibandingkan -4,5% (yoy) pada Maret 2020. Penurunan penjualan tersebut bersumber dari kontraksi penjualan di seluruh kelompok komoditas yang dipantau. Penurunan penjualan terdalam dialami oleh subkelompok sandang dan kelompok barang budaya dan rekreasi. Pada bulan Mei 2020,  penjualan eceran  diperkirakan masih akan mengalami penurunan. Hal ini tercermin dari pr...