Langsung ke konten utama

Postingan

Keamanan Obat, BPOM Tarik Peredaran Obat Ranitidin

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyerukan penghentian produksi dan peredaran  obat maag ranitidin  yang tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) melebihi  ambang batas  yang diperbolehkan. Sebab, obat maag lambung dan maag usus yang mengandung ranitidin berbahaya jika dikonsumsi di atas ambang batas per hari. BPOM dalam  pernyataan tertulis  menjelaskan studi global memutuskan  nilai ambang batas  cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), bersifat karsinogenik jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Adapun maksud dari karsinogenik adalah zat-zat yang dapat memicu kanker. US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) juga meninjau keamanan dari produk mengandung ranitidine. Menurut BPOM, US FDA dan EMA menyebut NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami. “Atas dasar ambang...

5,9 Juta Ton Impor Baja Masuk ke Indonesia

Sekitar 5,9 juta ton  baja impor  masuk ke Indonesia sepanjang tahun ini. Dengan demikian,  total peredaran baja di pasar domestik  diperkirakan mencapai 21,9 juta ton. Padahal, total konsumsi (demand) baja nasional hanya sekitar 13,59 juta ton per tahun. Karena itu, diperkirakan terjadi  surplus peredaran baja  di pasar domestik sekitar 8,3 juta ton. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin mengungkapkan hal itu berdasarkan data yang diterimanya. “Tidak kurang dari 5,9 juta ton baja impor masuk ke dalam negeri setiap tahunnya. Produksi baja dalam negeri berkisar antara 15-16 juta ton per tahun. Dengan demikian, peredaran baja secara nasional mencapai 21,9 juta ton per tahun,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini. Padahal, lanjut dia,  konsumsi baja nasional  hanya sekitar 13,59 juta ton per tahun. “Artinya, terjadi  surplus peredaran baja  karena supply masih lebih...

Perbarui Marketing Insight dengan 174 Database Brand Analysis

Disrupsi teknologi digital yang melahirkan 'ledakan' informasi dan data mestinya dapat memudahkan peran marketing sebagai ujung tombak penjualan suatu korporasi. Terlebih lagi mendekati akhir tahun, peran marketing mesti lebih ditonjolkan untuk dapat meneropong segmen pasar yang harus diperkuat di tahun depan. Karena itu,  Duniaindustri.com , sebuah startup khusus di segmen industri, berupaya untuk memfasilitas hal tersebut dengan terus mengupdate database industri. Selain itu,  Duniaindustri.com  juga  meningkatkan pelayanan bagi pelanggan dan keamanan bertransaksi online dengan mengadopsi teknologi "easy digital download". Dengan teknologi ini, user atau pelanggan dapat dengan mudah bertransaksi serta mengakses database industri secara lebih cepat, praktis, kapanpun dan di manapun berada. Saat ini lebih dari  174 data historis industri  dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, ...

Setelah 9 Perusahaan Tekstil Tutup, Terungkap 188 Pabrik Garmen Juga Berguguran

Tantangan yang dialami industri tekstil dan produk tekstil (TPT) ternyata belum mereda. Setelah Asosiasi Pertekstilan Indonesia (ASI) menyebutkan 9 perusahaan tekstil (sektor hulu dan antara) terpaksa berhenti beroperasi, kini terungkap juga 188 pabrik garmen (sektor hilir) dilaporkan bangkrut karena tak mampu bersaing dengan produk impor dari China. Hanya berselang satu bulan, dua informasi tersebut seakan menjadi pil pahit bagi sektor industri TPT di Indonesia. Pada Senin (9/9), Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menyebutkan setidaknya ada sembilan perusahaan tekstil terpaksa menutup usahanya dalam kurun 2018-2019 karena produk kain impor yang membanjir. Kesembilan perusahaan itu terpaksa menyerah dan menutup pabriknya serta merumahkan sekitar 2.000 pekerja. Ketua Umum API Ade Sudrajat menjelaskan besarnya volume produk impor kain membuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri sulit bersaing karena harga kain impor yang lebih murah...