Langsung ke konten utama

Postingan

Manfaatkan Paket Duniaindustri Untuk Raih Profit 30%

Tidak berhenti berinovasi,  Duniaindustri.com  sebagai salah satu  startup  terdepan di bidang layanan big data, riset data spesifik, dan riset pasar, membuka paket reseller dengan potensi profit hingga 30% bagi mitra  duniaindustri.com . Dengan persyaratan yang mudah (minimal pembelian 2 ebook), strategi  paket reseller  ini diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif bagi mitra  Duniaindustri.com  untuk memanfaatkan database-database yang telah tersedia ( ebook database ). Strategi paket reseller juga merupakan jawaban dari  manajemen   Duniaindustri.com  seiring peningkatan permintaan. Saat ini Duniaindustri.com menjadi salah satu pilihan atau referensi utama user yang memiliki kebutuhan data spesifik. Tercatat hampir 1 dari 9 request  data spesifik  yang terkoneksi dengan Duniaindustri.com. Sebagai bentuk konsistensi untuk melayani pelanggan, Duniaindustri.com mencetak rekor transaksi termalam pada puku...

Menghitung Untung Rugi Rencana Penyederhaan Tarif Cukai Rokok

Pemerintah berencana menyederhanakan  lapisan tarif cukai rokok  yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Tembakau. Untuk tahun ini, lapisan tarif cukai rokok berjumlah 10 bagian. Sedangkan dari 2019 sampai 2021 nanti, tarif cukai rokok disederhanakan setiap tahunnya menjadi 8 lapis, 6 lapis, dan 5 lapis. Direktorat Jenderal Bea Cukai menyatakan kebijakan penyederhanaan layer tarif cukai dilakukan untuk menciptakan keadilan di  industri rokok . “Semakin detail karena pengusaha dari gurem sampai raksasa harus ada keadilan. Semakin banyak itu jadi rumit, makanya butuh penyederhanaan,” kata Pelaksana tugas Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Dirjen Bea Cukai Nugroho Wahyu Widodo. Menurut dia, dengan kebijakan ini, pemerintah ingin menghilangkan potensi kecurangan di industri rokok. Pihaknya menemukan indikasi  pabrikan besar  di lapisan atas justru membayar tarif cukai di lapisan bawah. “Ada indikasi yang gede masu...

Menguak Tarik Ulur Pencabutan DMO Batubara

Kewajiban pasok dalam negeri (domestic market obligation/DMO)  untuk komoditas batubara menuai polemik pada akhir Juli 2018. Bagaimana tidak, sejumlah menteri memiliki pandangan yang berbeda terkait kebijakan untuk komoditas emas hitam tersebut. Minggu lalu, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah merencanakan untuk mencabut  kebijakan DMO batubara . Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution juga menyiratkan hal serupa yakni wacana pencabutan DMO batubara yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dalam negeri serta menopang ekspor. Namun, Menteri Energi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ada perubahan dalam kebijakan DMO batubara. Dengan tegas dia menjelaskan keputusan Presiden sesuai dengan apa yang berlaku saat ini. “Tidak ada perubahan. Tidak ada Peraturan Pemerintah baru,” kata Jonan usai Rapat Terbatas  Strategi Kebijakan  Memperkuat Cadangan Devisa, S...

Menyongsong Era Industri 4.0, Dibutuhkan Platform Riset Data Spesifik

Untuk mendukung program pemerintah menuju ekonomi era industri 4.0, Duniaindustri.com sebagai startup di bidang data industri merancang platform riset data spesifik. Saat ini Duniaindustri.com telah dilengkapi dengan sejumlah fitur antara lain, indeks data industri berisi 159 riset data spesifik dan tematik, detektif industri berisi fitur riset data by request, serta datapedia marketplace berisi fitur marketplace (jual beli) data super spesifik. Seiring kepercayaan yang makin meningkat, tim  Duniaindustri.com  juga terus berkembang dengan mencari metode-metode analisis baru, mensimulasikan pendekatan teraktual, mengkomparasi skenario terkini, mengkalkulasikan teori-teori komprehensif, guna menghadirkan hasil riset data spesifik yang lebih riil, sesuai trend pasar, dan paling penting terjangkau bagi semua kalangan. Secara singkat, beberapa matriks pertumbuhan  duniaindustri.com  tergambar dari tiga hal berikut: 1) Strong footprint and highly recognize ...